Stone Paradox

Dapatkah Tuhan menciptakan batu yang sangat besar, yang Dia sendiri tidak mampu mengangkatnya? Adalah Ibnu Rusyd atau orang barat mengenalnya dengan nama Averroes, seorang filsuf Muslim kelahiran Cordoba (Spanyol) yang konon menginisiasi pertanyaan tersebut. Pertanyaan semacam ini dikenal dengan istilah "Omnipotence Paradox".

-

Dalam ilmu Fisika, benda dapat terangkat dikarenakan faktor internal & eksternal dari objek yang diangkat dan subjek yang mengangkat. Faktor internal apabila objek tersebut adalah suatu materi yang memiliki massa dan menempati volume. Selain itu subjek (pelaku) tersebut juga harus materi yang menempati ruang dan memiliki massa pula. Sedangkan faktor eksternalnya adalah gravitasi.

Berkaitan dengan pertanyaan awal tadi, baik jawaban iya atau tidak, keduanya tidak mungkin terjadi. Karena Sang Ilahi sendiri bukanlah materi yang memiliki massa dan menempati ruang. Sang Ilahi tidak tergantung pada apa pun. Tidak pula dengan gravitasi. Berbeda dengan makhluk / benda fisik yang tampak. Jadi, pertanyaan itu tidak memiliki jawaban iya atau tidak.

- Lalu, apakah pertanyaan tersebut tidaklah berguna?

Ibnu Rusyd merumuskan pertanyaan tersebut bukanlah untuk iseng atau sia-sia belaka. Pertanyaan tersebut bukan digunakan untuk mencari jawaban iya atau tidak, karena sebetulnya digunakan untuk mengukur, apakah kita sebagai makhluk yang berTuhan benar-benar sudah mengenal Tuhannya atau hanya sekedar meyembah apa yang belum/tidak pernah dikenalinya.

0 Komentar


Isi Komentar